Sebuah awal


 Sebenarnya tidak ada yang spesial dari tulisan ini. Aku hanya merasa perlu untuk menulis lagi, aku rindu rutinitas yang kujalankan dulu. Aku sudah lama merencanakan ini, mungkin sekitaran setahun yang lalu. Tapi jujur, menjalani peran-peran baruku setahun yang lalu itu cukup menuntut banyak sampai aku lebih suka tidur daripada menulis sekalipun aku ingin.


Aku berencana menulis hal-hal biasa saja disini. Namanya jurnal sebelum tiga puluh, harusnya kutulis saat aku berumur dua puluh tujuh, tapi jadinya kutulis saat umurku dua puluh delapan menuju ke dua puluh sembilan. Niatnya aku ingin mengabadikan pikiranku sebelum masuk klub tiga puluh. Niat lainnya, aku sudah bosan dengan banyak hal yang kulakukan. Sosial media terasa penuh dan bising sekali dengan berita-berita yang rasanya buatku overwhelmed tapi entah kenapa tanganku terus mengetik untuk mencari sesuatu tentang berita itu. Entah untuk apa. Entah karena apa. Tanganku seperti otomatis saja ingin kepo dengan segala berita-berita receh itu.


Saat ini sepertinya ritme hidupku perlahan bisa mulai stabil kembali. Anakku sudah bisa berjalan sendiri dan rutinitasnya sudah mulai terbentuk. Masih banyak yang perlu aku pelajari tentang merawat seorang anak. Tapi sejauh ini sepertinya sudah dijalan yang tepat.


Aku merasa cukup banyak ketinggalan, tapi ketertinggalan kali ini adalah hal yang sepenuhnya kusadari dan kujalani tanpa penyesalan. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa memilih sesuatu dengan benar, dan merupakan pilihanku sendiri. 


Yang paling menarik adalah perubahan yang kurasakan pada diriku. Aneh sekali, tapi aku merasa betul-betul berubah. Benar ternyata, sepertinya semakin kita menua, tingkat keperdulian kita terhadap pendapat orang lain sepertinya semakin berkurang. Sekarang terasa lebih mudah untuk jadi diri sendiri. Aku sudah mulai terbiasa dengan ide kalau aku tidak akan disukai semua orang, dan itu tidak apa. Tidak apa juga menolak kalau aku tidak suka. Tidak apa juga tidak memenuhi ekspektasi orang lain. Tidak apa menjadi biasa-biasa saja. Sebenarnya, semuanya tidak apa-apa.


Tapi overthingkingku masih suka kumat di saat-saat tertentu, mungkin aku perlu mencari strategi lain untuk mengatasi itu.


Aku masih menunggu hal-hal menarik lain yang mungkin datang ke dalam hidupku.

Tulisan ini sepertinya akan aku posting saja tanpa banyak edit. Kalau diriku yang dulu, mungkin akan memperbaiki tulisan-tulisan agar ejaannya jadi rapih, atau menambahnya foto-foto pemanis. Aku yang sekarang merasa aku hanya merasa butuh untuk menuliskan sesuatu. Tulis, posting, selesai. Untuk hari ini, mungkin aku memang hanya ingin menuliskannya tanpa editan. Jadi, inilah isi tulisan pertama dari blog ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berubah